Candi Prambanan


Di Indonesia terdapat banyak sekali bangunan candi yang tidak hanya terkenal didalam negeri tetapi juga di Mancanegara, salah satu candi yang terkenal tersebut yaitu candi Prambanan atau disebut juga dengan nama candi Roro Jongrang, istilah candi digunakan untuk menunjukkan sebuah bangunan yang digunakan sebagai tempat ibadah agama Hindu - Buddha sebagai tempat pemujaan bagi dewa dewi untuk yang menganut agama Hindu sedangkan untuk umat pemeluk agama Buddha digunakan sebagai sarana untuk memuliakan sang Buddha. Berdasarkan kesepakatan para ahli arkeolog nama sebuah candi didasarkan pada tempat dimana candi tersebut ditemukan.
Candi Prambanan dari masa ke masa.
Candi Prambanan yang terletak di desa Bokoharjo, kecamatan Prambanan, kabupaten Sleman, propinsi daerah istimewa Yogyakarta merupakan sebuah komplek candi yang dibangun sekitar abad ke 9 atau tepatnya sekitar tahun 850 masehi oleh Rakai pikatan sebagai tandingan candi Buddha dan candi Sewu merupakan candi hindu terbesar di Indonesia juga sebagai candi terindah di Asia Tenggara sebagai persembahan kepada tiga dewa (trimurti) yaitu dewa Brahma sebagai dewa pencipta, dewa Wishnu sebagai dewa pemelihara dan dewa Siwa sebagai dewa pemusnah. Didalam prasasti Siwagrha nama komplek candi tersebut adalah Siwagrha yang mempunyai arti rumah Siwa dan memang di lingkunagan candi ini candi Siwa merupakan candi terbesar dengan ketinggian 47 m dan lebar 34 m yang terletak di tengah tengah komplek candi dengan dengan dikelilingi oleh gugusan candi-candi kecil di sekelilingnya yang didalam ruangan utamanya terdapat arca dewa Siwa setinggi 3 meter hal ini menunjukkan bahwa dewa Siwa lebih diutamakan di lingkungan candi ini. Komplek candi ini sebetulnya telah lama diketahui oleh penduduk sekitar namun karena minimnya pengetahuan dan informasi membuat penduduk sekitar tidak mengetahui banyak tentang komplek bangunan tersebut. Upaya restorasi dan pemugaran komplek candi Prambanan terus menerus dilakukan oleh pemerintah hingga pada tahun 1953 pemugaran candi Siwa yang merupakan candi utama di komplek tersebut berhasil diselesaikan yang kemudian diresmikan oleh oleh presiden pertama Republik Indonesia Soekarno. Kini candi Prambanan telah dikukuhkan oleh UNESCO sebagai situs warisan dunia pada tahun 1991. Pemugaran besar-besaran atas komplek candi dilkukan pada tahun 1990 an dan setelah selesai Prambanan kembali menjadi pusat ibadah agama Hindu di Jawa, setiap tahun umat pemeluk agama Hindu yang tinggal di Jawa Tengah dan Yogyakarta berkumpul di candi Prambanan untuk menggelar upacara hari suci Galungan, Tawur Kesanga, dan Nyepi.
Bangunan-bangunan di komplek candi Prambanan
Pada awal pembangunannya di komplek candi Prambanan ada terdapat 240 candi besar dan kecil dengan pintu masuk yang terdapat di empat penjuru mata angin, dengan arah bangunan candi yang menghadap ke timur sehingga pintu masuk utama candi adalah di gerbang timur. Adapun bangunan-bangunan yang terdapat pada komplek candi Prambanan pada mulanya: 3 candi Trimurti yaitu candi Siwa, candi Wisnu, dan candi Brahma. 3 candi Wahana yaitu candi Nandi, candi Garuda, dan candi Angsa. 2 candi apityang terletak diantara candi candi trimurti dan candi wahana di sebelah sisi sebelah utara dan sisi sebelah selatan. 4 candi Kelir terletak di 4 penjuru mata angin. 4 candi Patok. 224 candi Perwara sehingga totalnya ada 240 candi, tetapi kini hanya terdapat 18 candi yakni ada 8 candi utama dan 8 candi kecil yang terletak pada zona inti serta 2 candi perwara. Candi Prambanan dihiasi oleh relief Ramayana dan Krishnayana yang dapat dibaca dari kiri ke kanan searah jarum jam yang menceritakan tentang Shinta istri Rama yang diculik oleh raja Alengka Rahwana yang kemudian Rama dibantu oleh Hanuman (bangsa kera) untuk datang ke Alengka mencari Shinta.
Candi Brahma: dibangun untuk menghormati dewa Brahma yang dikenal sebagai dewa pencipta alam semesta, di candi Brahma dihiasi oleh relief Ramayana pada ke 4 sisinya, dan candi ini dipugar oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1978 - 1987.
Candi Wisnu: dibangun untuk menghormati Dewa Wisnu yang dikenal sebagai dewa pelindung seluruh mahluk hidup di alam semesta, candi ini dihiasi oleh relief Kresnayana, candi ini dipugar pada tahun 1982 - 1991.
Candi Siwa: Merupakan candi utama di komplek candi Prambanan dan dibangun untuk menghormati Deawa Siwa atau dikenal juga dengan nama Mahadewa.
Candi Angsa: melambangkan kendaraan Dewa Brahma, candi ini dipugar oleh pemerintah Indonesia bersama 2 candi wahana lainya dan 8 candi patok pada tahun 1991 - 1993.
Candi Garuda: melambangkan kendaraan Dewa Wisnu.
Candi Nandi: melambangkan kendaraan Dewa Siwa yang berwujud binatang sapi.
Legenda candi Prambanan atau candi Roro Jongrang
Mengisahkan seorang pangeran sakti yang bernama Bandung Bondowoso yang jatuh cinta kepada seorang putri yang bernama Roro Jongrang, namun ternyata cinta sang pangeran bertepuk sebelah tangan artinya sang putri tidak mencintai Bandung Bondowoso, untuk menolak sang pangeran kemudian sang putri mencari cara agar sang pangeran tidak mencintainya lagi, kemudian sang putri mengajukan syarat yang menurut sang putri tidak mungkin syarat tersebut dipenuhi yaitu sang pengeran harus membuat 1000 candi dalam waktu satu malam, dan dengan sangat yakin dengan kesaktian yang dimilikinya Bandung Bondowoso menerima tantangan sang putri, maka dengan dibantu oleh bantuan sebangsa Jin akhirnya sang pangeran hampir menyelesaikan tantangan tersebut melihat hal tersebut sang putri panik kemudian membangunkan para dayang-dayang untuk menumbuk lesung dan membangunkan ayam serta membakar api di sebelah timur, supaya terlihat seolah-olah hari sudah pagi, dan saat itu candi yang berhasil dibangun mencapai 999 buah artinya usahanya gagal, tetapi kemudian sang pangeran mencari tahu apa yang terjadi dan Dia mengetahui bahwa sang putri telah berbuat curang mengetahui hal tersebut sang pangeran merasa sakit hati dan murka sehingga Bandung Bondowoso mengutuk sang putri Roro Jongrang menjadi arca untuk ditempatkan di candi yang ke 1000, itulah mengapa candi tersebut disebut juga dengan nama candi Roro Jongrang.
Fasilitas-fasilitas yang terdapat di komplek candi Prambanan.
- Pintu uatama taman wisata Candi Prambanan.
- Parkir Motor.
- Loket.
- Pusat Informasi.
- Stasiun shuttle Prambanan-Ratu Boko.
- Candi Prambanan.
- Candi Lumbung.
- Candi Bubrah.
- Candi Sewu.
- Studio pemugaran.
- Prambanan resto.
- Kandang rusa.
- Kios makan.
- Kios souvenir.
- Kantor unit Prambanan.
- Kantor unit BPCB DIY.
- Bumi perkemahan.
- Panggung terbuka Ramayana.
- Rama Shinta garden resto.
- Gedung Trimurti.
- Kantor unit teater dan pentas.
- Toilet.
- Mushola.
- Bersepeda.
- Photo sesion.
Candi Prambanan dibuka dari pukul 06.00 wib - 17.00 wib dengan harga tiket masuk sebesar Rp. 40.000 per orang dewasa dan Rp. 20.000 per orang untuk anak-anak itu untuk tamu lokal, sedangkan untuk tamu mancanegara USD 18 per orang untuk dewasa dan anak kecil USD 9.
Akses menuju ke candi Prambanan sangat mudah diakses baik oleh kendaraan roda 4 maupun kendaraan roda 2 dengan kondisi jalan yang baik yaitu terletak di jalan raya Yogyakarta - Solo, atau kalau yang sedang berkunjung di kota Yogyakarta dan ingin berkunjung di candi Prambanan dapat menggunakan bus Trans Yogya koridor 1A dengan harga tiket sebesar Rp.3500.

Komentar
Posting Komentar